12 Agustus 2039
4 Tahun berlalu, setelah insiden itu, aku tak tau dimana
keberadaan Ayah ku.. Aku tinggal di sebuah gubuk kecil entah ini dimana.. Yang
ku tau orang yang membawa aku dan adikku pergi keluar dari rumah ku itu,
sekarang juga entah kemana pergi nya.. aku terus mencari pekerjaan kesana
kemari namun tidak dapat. Dan juga umur ku yang masih 14 Tahun. Adikku berumur
12 Tahun sekarang. Malam yang hangat ini di dalam gubuk yang di kelilingi
sampah. Kami seperti para pengemis, dan orang orang yang tak punya rumah.
Yang selalu ada di pikiran ku ialah, dimana Ayah ku? Ibu pasti
sudah meninggal tapi aku yakin Ayah akan selamat. Hanya pelajaran Ayah lah yang
masih aku ingat, memanjat, bertarung, bagaimana cara melumpuhkan musuh hanya
dengan 3 jari. Hanya itu.
Mencuri? Tentu saja aku kadang mempunyai fikiran seperti itu,
tapi untuk apa? Setelah orang yang membawa kami pergi entah kemana kami selalu
mendapat kiriman makanan hangat yang aku kira masih layak untuk dimakan.
‘Arl apa yang kau lakukan ditumpukkan sampah itu?’ Tanya ku
‘Aku mencari buku untuk di baca kau tau? Aku gemar membaca dan
mengutak ngatik perangkat keras serta computer Ayah sejak umur 4 tahun bukan?’
ledek nya
‘Ya ya aku tau Arl, tapi memang nya apa ad orang yang mau
membuang gadget nya? Di tumpukkan ini?’ Tanya ku
‘Eurika!!’ teriaknya
‘Oh kau menemukan sesuatu Arlstein?’ ejek ku
‘Haha liat, smartphone keluaran tahun 2020!! Dibuang disini!’
‘Wow, dari mana kau tau keluaran tahun 2020?’
‘lihat saja kak, lihat! Aku yakin ini masalah batrai, aku akan
mencari suku cadangnya, dank au tunggu disini ya kak!’ suruh nya
‘heh, kau memerintah saja. Tidak ahli computer, aku ikut dengan
mu..’ kata ku
‘Baiklah jika kau memaksa ahli tidur, cepat!’ ejek nya sambil
tertawa.
Lantas aku mengikuti dia mencari cari suku cadang dari
Handphone. Sejujurnya hanya dia yang mencari suku cadang dan aku mencari
sesuatu jikalau suatu saat ada seseorang yang akan mengincar kami bukan?
Aku masih terngiang ketika para orang brengsek itu bilang
‘KAMI MENCARI PARA ASSASSIN DISINI!’
Assassin? Pembunuh? Bukan kah mereka yang membunuh orang dirumah
itu? Ah entahlah.. aku hanya..
‘AAAKH!! KAKAK TOLONG!!!’
Itu suara Arl! Ada apa dengan dia!?
‘BERTAHAN ARL KAKAK DATANG!!!’ teriak ku
Aku melompat dari satu gundukkan sampah ke gundukkan lainnya,
disertai lampu cahaya Mercusuar dan Crane yang sedang membuat suatu bangunan..
dan di Crane itu ada suatu tanda.. tunggu dulu..
Tanda itu!
Salib merah
sejajar!!
Tapi Arl
membutuhkan bantuan ku! Ah aku tak perduli, aku terus berlari ke suara Arl
‘KAKAAAAK
TOLOOONG!!”
‘BERTAHAN ARL!!’
Aku rasa aku
sudah berada di tempat sangat dalam di pembuangan ini.. dan yang aku lihat
hanyalah.. Gudang kosong nan gelap.
‘AARL!! ARL!
DIMANA KAU!?’ teriakku di dalam gudang ini. ‘JAWAB AKU ARL!’ . Dan dari depan
ada sekelompotan orang aku tak tau, yang jelas mereka seperti memakai jubah,
dan penutup kepala, oh tidak, apa yang akan terjadi!?
Saat aku mundur
kebelakang aku menabrak seseorang, saat aku lihat. Dia seorang wanita, yang
sangat cantik.
‘Si-siapa kau?’ Tanya
ku
‘Jangan takut
anak kecil, aku harus memakai cara ini agar tau kemampuan mu.Adik mu baik baik
saja..’
‘Dimana dia!?’ Tanya
ku dengan amarah
‘Dibelakang mu..’
‘Kakak! Aku disini..
mereka lah yang selalu member kita makan..’ Kata Arl sambil berlari kea rah ku
‘Dasar kau bodoh!
Bagaimana kau bisa tertangkap!’ Aku memarahinya
‘Arnold.. sudah
sudah. Lagi pula aku belum memperkenalkan nama ku.. Nama ku Amy Auditore.. dan
orang besar namun lembut hatinya ini.. Hugo Tshitso Kenway’
‘Halo anak
kecil.. Mau permen?’ tawar paman Hugo kepadaku
‘Terima kasih
paman Hugo..’ kata kami berdua lalu dia hanya tersenyum manis.
‘Lalu yang satu
ini, Kang Jhun, lalu disini ada Leonard Frye dan yang terakhir..’
‘Tak usah
dikenalkan Amy..’ Kata seseorang di balik bayangan itu, lalu dia maju kedepan..
dan orang itu..
‘Halo anak anak
lama tak bertemu..’
‘AYAH!!’ teriak
kami kegirangan.. ‘Ini benar ayah kan!?’ Tanya Arl
‘Tentu saja nak, Maafkan
Ayah yang tak langsung bertemu dengan kalian, Ayah harus mencari para Assassin
yang tersisa..’
‘Assassin? Apa maksud
ayah? Itu kah yang para penjahat itu cari?’ Tanya ku
‘Bukan nak.. tapi
apa yang kami punya yang mereka cari.. namun akan Ayah jelaskan..’
Ayah menceritakan
semuanya tentang Masyaf, Italy, Venice, Roma, New York, London, para Assassin
terdahulu.. dan yang paling penting, para Templars.
‘Jadi apakah Ayah
memiliki Apple of Eden?’ Tanya Arlan
‘Tidak nak.. Ayah
memercayakan nya kepada seseorang, sayang dia tidak bisa hadir disini.. karena dialah
yang bertugas menjaga Apple of Eden..’ jelas Ayah
‘Lalu apa yang
teman teman Ayah lakukan disini?’ Tanya Ku
‘Mereka akan
melatih mu Arnold, dan Ayah akan melatih Arlan..’ kata Ayah
‘Biar Ayah
jelaskan.. Amy Auditore, dia adalah keturunan terakhir dari Master Ezio
Auditore, dia akan mengajarkan mu bagaimana menjadi seorang Assassin yang
lincah, dia bisa melewati 5 rumah dengan kejauhan 200m setiap rumah hanya
dengan waktu 10 detik..’ kata Ayah bersemangat
‘Kau tak usah
membanggakan diriku master Herald, tapi percayalah nak, Ayah mu tak pernah
menang dalam lomba parkour dengan ku..’ kata Amy
‘Lalu ada Hugo
Tshitso Kenway, garis keturunan dari Ratonhnh:aketon, sang serigala perkasa,
dia adalah ahli persenjataan jarak jauh maupun dekat.. lalu ada Kang Jhun,
keturunan China dari Shao Jhun, spesialis upgrade senjata, dan Blacksmith
terpercaya kami, dia bisa mengubah pisau dapur menjadi pedang yang dapat
membunuh 100 orang sekaligus..dan yang terkhir Leonard Frye dia spesialis
sembunyi dan juga penyamar..’
‘Wow Ayah.. tapi
untuk apa aku dilatih?’ Tanya ku
‘Untuk
menyingkirkan para Templar nak, sejujurnya.. Ibu mu adalah Templar..’ kata Ayah
‘APA!? Tidak
mungkin!’ kata Arl
‘Diam Arl biarkan
ayah menjelaskan..’ kata ku
‘Hampir 10 tahun
belakangan kami para Assassin bersembunyi.. karena para
Orang-Yang-Datang-Terlebih-Dahulu entah mengapa menghilang, Sang Penjaga dari
Apple of Eden telah berusaha memecahkan kodenya. Namun sepertinya mereka tau
kandidat dari Subject selanjutnya yang bisa membuka Apple of eden.. yakni
Subject21.. tapi entah siapa.. Ayah tidak tau..’ kata Ayah
‘Kalau begitu
Ayah aku akan berusaha sekuat tenaga ku.. untuk menghabisi para Templar, karena
tidak ada yang benar, melainkan segalanya diperbolehkan!’
Ayah tersenyum
puas sementara aku kira Arl tidak bisa menerima bahwa Ibu kami seorang Templar,
dan latihan ku pun, dimulai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar