Search Episode

Sabtu, 03 Oktober 2015

7 Juni 2035

7 Juni 2035

Nama ku, Arnold Vento.. keturunan dari keluarga Vento yang tak tau jelas keberadaannya. Ayahku, seorang pembuat replika pedang terkenal di kota ini. Hareld Vento. Dan Ibuku bekerja di Bank Swasta terkenal di kota ini, Sherlyn Vento. Ya kota yang tak begitu besar jika kau tanya aku. Boston.. ya terkenal dengan banyak sejarah bukan.

‘Kakak! Kemarilah! Aku menemukan sesuatu! Kemari kak! Cepat!’ Bujuk adikku Arlan yang masih berusia 8 tahun..

‘Ya baiklah! Kakak segera kesana!’ teriakku. Aku sangat senang entah apa yang dia temukan.. Dan bagaimana pun ini hari ulang tahun ku yang ke 10. Ayah bilang aku adalah anak yang paling beruntung, karena aku lahir di tanggal 7, ya angka keberuntungan.

Aku berlari menghampiri adikku, dan aku lihat disana dia sedang berjongkok diantara semak semak,

‘Ada apa Arl?’ Tanya ku
‘Ssssh! Diam lihat di jendela rumah itu!’ bisiknya. Lantas aku membungkukan badan ku dan aku melihat, seorang perwira, seperti polisi aku kira.. membawa shotgun yang sudah masuk ke pekarangan rumah.

‘Kakak! Kakak lihat di jendela itu..’
Lantas tanpa kata kata aku langsung saja melihat kea rah jendela, sesaat ada kilatan cahaya dan bunyi

BLAAR!

Langsung saja adikku membekap di dalam jaket hangat ku, karena diluar sedang bersalju.

‘Arlan cepat ikut aku! Cepat! Berdiri Arlan!’ suruh ku sambil menarik narik baju nya

‘Ba-ba-baik..’ kata nya sambil berlinang air mata.
Aku berlari menuju rumah, ketika Ayah dan Ibuku yang sedang menyiapkan pesta ulang tahunku.

‘A-Ayah! Ayah tidak akan percaya apa yang terjadi!’ kata ku sampai sesegukan karena menangis, sedangkan adikku masih merengek..

‘Ada apa nak! Mengapa kau menangis?’ Tanya Ayah

‘Sayang sudah sudah tenangkan dirimu..’ kata ibuku sambil memeluk adikku.

‘Ada pembunuhan Ayah!’ kataku terus terang. ‘Apa maksudmu!?’ bentak Ayah.

‘BUKA PINTUNYA!’ kata seseorang diluar sambil menggedor gedor pintu kami. Aku langsung berlindung di balik Ayah.

‘BUKA PINTUNYA! KAMI MENCARI PARA PEMBUNUH DISEKITAR SINI!’ kata orang dibalik pintu itu lagi.

‘Arnold dengarkan Ayah..Ayah telah melatihmu dan itu belum cukup, namun saat ini lah kau harus jadi laki laki sejati, ok? Dengarkan baik baik..’

‘BUKA PINTUNYA!! ATAU KAMI DOBRAK!’

‘Arnold, kau ingat kata kata Ayah? Ketika seseorang membabi buta mengikuti peraturan yang ada..’

‘Tidak ada yang benar..’

‘Benar.. Dan ingat ketika seseorang dibatasi oleh moral dan aturan..’
‘Segalanya di perbolehkan..’

‘Va Bene Arnold, pergilah, dan bawa Adikmu..’

‘Tapi Ayah!?’ rengekku

‘Pergi Arnold! PERGI! DAN JANGAN MELIHAT KEBELAKANG!’ teriak Ayah

Aku segera pergi membawa adikku dengan luka yang sangat mendalam. Apa 
Ayah ku akan terbunuh sama seperti orang tadi?

BLAAR

Hati ku hancur ketika mendengar suara tembakan itu, dan tanpa sadar.. aku melihat kebelakang, pemandangan yang sangat mengerikan, Ibu ku ditembaki dan Ayah ku terdiam seperti ingin menangis, lalu ia marah, dan seperti akan membantai semua komplotan itu, saat Ayah hendak menghunuskan Pedang nya, seseorang dengan Jubah dan Topi nya menghalangi ku..

‘Kesini nak pemandangan ini tak baik untuk mu..’ kata orang itu sambil membawa ku dan Adikku keluar dari perumahan ini..

Ya Tuhan apa yang akan terjadi, pada orang tua ku, pada kami.. Aku akan mencari orang orang itu.. Ya, aku ingat, ada Salib sejajar berwarna merah di seragam mereka. Aku tak tahu mereka siapa. Namun akan kupastikan! Mereka akan punah!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar